Newsticker: 


Pembukaan Pelatihan ICT Bagi Pelaku Industri Rumahan

Dalam rangka pemberdayaan perempuan untuk masyarakat khususnya industri rumahan maka Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bekerja sama dengan Assosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM), melaksanakan Pembukaan Kegiatan Pelatihan ICT bagi Industri Rumahan.  di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pencatatan Sipil, dan Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dra. Susanti.

Pelaksanaan acara pembukaan berlangsung di Hall STMIK Atma Luhur Pangkalpinang dan acara pelatihan diselenggarakan di 3 kota dan kabupaten secara serentak. Pelatihan untuk peserta kota Pangkalpinang diadakan di Laboratorium  STMIK Atma Luhur, pada tanggal 12 Oktober 2018 yang dilakukan untuk 80 peserta. Sedangkan pelatihan untuk peserta kabupaten Bangka diadakan di Laboratorium SMK N 1 Sungailiat, dengan 40 peserta. Selanjutnya, di kabupaten Bangka Tengah, pelatihan dengan 80 peserta difokuskan di SMK N 1 Koba. Total pelatihan ini telah melatih 200 peserta dari target keseluruhan 420 ibu-ibu pelaku Industri Rumahan.

Prof Zainal A. Hasibuan sebagai Ketua APTIKOM  mengatakan bahwa Industri Rumahan (IR) memiliki kontribusi yang cukup berarti dalam perekonomian masyarakat Indonesia. Selain peranannya dalam pertumbuhan ekonomi, IR juga telah menciptakan lapangan penyerapan tenaga kerja, sehingga dapat menjadi salah satu upaya pendistribusian hasil-hasil produk usaha di masyarakat. Untuk itu KPP&PA dengan APTIKOM selanjutnya akan melaksanakan pelatihan untuk tahun 2018  di 5 provinsi yakni : Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat,  Kalimantan Timur, Kep. Bangka Belitung dan Sulawesi Utara. Kegiatan ini merupakan kelanjutan kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan di 8 provinsi pada tahun 2017.

Melalui program pengembangan IR diharapkan dapat memberdayakan perempuan di bidang ekonomi, tanpa harus mengganggu kewajiban mengurus keseharian rumah tangganya. Dan salah satunya adalah melalui Pelatihan ICT, dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK-ICT) dengan mengoptimalkan berbagai aplikasi software, baik berbasis desktop, berbasis web, android maupun mobile.

Hal ini menurut Dr. Nina Kurnia Hikmawari SE, MM sebagai Ketua Tim Pelaksana, diharapkan dapat  meningkatkan baik kualitas maupun kuantitas produknya, peningkatan kompetensi SDM, perluasan pemasaran, efisiensi biaya produk, inovasi varian produk, kemudahahan pelayanan pemesanan, efisiensi distribusi produk, inovasi sistem manajerial dan lain sebagainya.

Pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat akan sangat membantu para Pelaku Pemberdayaan Ekonomi di masa depan. Permasalahan yang ada saat ini, tidak semua pelaku Industri Rumahan (IR) paham dengan teknologi. Kalaupun ada yang “melek” Teknologi Informasi masih tersimpan kekhawatiran dalam diri pelaku, seperti belum tersedianya sumber daya yang mencukupi utuk membeli, memelihara dan menjaga. Sejauh ini, langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (KPP&PA) adalah penguatan kapasitas dan produktifitas pelaku IR. Pelaku IR sebagian besar dilakukan oleh perempuan dengan menghasilkan produk melalui proses nilai tambah dari bahan baku tertentu, yang dilakukan di tempat rumah perorangan dan hasilnya kembali kepada pelaku.

KPP&PA berupaya meningkatkan kesadaran, akses dan transfer teknologi untuk mengembangkan pelaku Industri Rumahan inovatif yang antara lain dengan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komuniksi (TIK) sehingga diharapkan akan mampu bersaing dengan pelaku yang lainnya. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang menjadi Prioritas Nasional

Menurut koodinator pelaksana Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maxrizal, dalam pelaksanaan Pelatihan teknologi informasi yang dibutuhkan oleh Pelaku IR tidak saja yang berhubungan dengan produksi/pemberian jasa, tetapi juga dalam operasional perusahaan sehari-hari. Melakukan segala sesuatunya secara manual akan sangat merepotkan dan akan menghambat proses produksi, sehingga dengan optimalisasi ICT dapat meningkatkan usaha yang dimilikinya.

Diharapkan hasil dari pelatihan ini dapat memberi dampak bagi peningkatan usaha dan perekonomian masyarakat khususnya kaum perempuan, dimana hasil  dari pelatihan ini  para peserta dapat mengenal ICT bagi industri rumahan, mampu melakukan pencarian informasi menggunakan internet, mampu menghitung biaya produksi dan harga jual, mampu memasarkan produk menggunakan media sosial, mampu membuat surat menyurat menggunakan komputer dan mampu membuat profil usahanya sendiri untuk pengajuan kebutuhan dana. Sehingga dapat disimpulkan dengan adanya pelatihan ini, maka dapat meningkatnya kapasitas dan pemahaman pelaku IR dalam penggunaan Teknologi Informasi di proses produksi dan pemahamanya serta meningkatnya pemahaman Teknologi Informasi sebagai  faktor yang dapat meningkatkan Kinerja Pelaku kata Prof A. Benny Mutiara.

Sumber :

Dr. Nina Kurnia Hikmawati, SE., MM

E : ninakaha@yahoo.com

HP : 0811200609

Pelantikan Direktur Pengembangan Akademik

Pelantikan

Sdr. “Dr. Hadi Santoso, M.Kom”

Sebagai Direktur Pengembangan Akademik

STMIK ATMA LUHUR PANGKALPINANG

Pelatihan ICT Industri Rumahan

Assalamualaikum, rekan2 dosen..mhon doa dan dukungannya..Jumat 12 Oktober 2018, kita akan mengadakan pelatihan ICT industri rumahan bagi ibu-ibu untuk tahap 1 di kampus kita, di SMKN 1 Sungailiat dan SMKN 1 Koba. Kegiatan ini kerjasama KPPPA RI dan Aptikom Pusat yg diwakili oleh Aptikom Bangka Belitung yang diselenggarakan oleh STMIK Atma Luhur. Kegiatan ini akan dibuka secara resmi oleh Sekda Provinsi Kep. Bangka Belitung.
Sebagai informasi tambahan…dari Aptikom Bangka Belitung, kita ditunjuk untuk melatih industri rumahan seprovinsi bangka belitung..untuk tahap 1 ada di STMIK Atma Luhur, SMKN 1 Sungailiat, SMKN 1 Koba. Untuk tahap 2 di SMKN 1 Toboali, SMKN 1 Mentok,SMKN 1 Parit tiga. Tahap 3 ada di SMKN 1 Tanjung Pandan, SMKN 1 Manggar. Penyelenggara atas nama Stmik Atmaluhur, Aptikom dan KPPA.

« Older Entries

Cari pada situs ini

Drs. Djaetun H.S (Pendiri Yayasan Atma Luhur)

..."Cerdas berbudi luhur adalah dua hal yang tak terpisahkan. Kecerdasan tanpa diimbangi budi luhur akan digunakan untuk membodohi dan mencelakakan orang lain. Sebaliknya, budi luhur tanpa diimbangi kecerdasan akan menjadi sasaran kejahatan dan penindasan orang lain"...

October  2018
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31  

Arsip

October 2018
M T W T F S S
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Arsip

Kategori